Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 46

Tafsir Al-Kahfi Ayat 46

Assalamualaikum, kali ini kami akan melanjutkan kajian tafsir dari yang sebelumnya. Yakni Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 46. Sebelum membaca 4 tafsir mari kita baca terlebih dahulu ayat beserta terjemahannya menurut Al-Qur’an Kemenag

Q.S Al-Kahfi : 46

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Bacaan Lainnya

Artinya:

“Harta dan anak-anak adalah perhisan kehidupan dunia tetapi amal dan kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”

Tafsir Jalalain Surat Al-Kahfi ayat 46

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia yang oleh manusia di jadikan perhiasan dalam menjalani kehidupan di dunia.

Adapun amalan-amalan yang kekal dan sholih adalah sesuatu yang lebih baik pada sisi Tuhanmu dari segi pahala maupun dari segi pengharapan di bandingkan harta maupun anak-anak itu sendiri. Amalan-amalan yang kekal dan sholih itu ( الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ ) adalah ucapan, penghayatan dan pengaplikasian.

الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ mencakup 5 bacaan, yaitu:

  1. Tasbih : سبحان الله (Saya mensucikan dengan sebenar-benarnya mensucikan kepada Allah)

2. Tahmid : الحمد لله (Segala puji hanya milik Allah)

3. Takbir : الله أكبر (Allah Maha besar dari apapun)

4. Tahlil : لا إله إلا الله (Tidak ada sesuatu yang patut di sembah dan di ibadahi dengan benar kecuali hanya Allah)

5. Dan sebagian ulama menambahi yang ke-5 yaitu Hauqolah : لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi ayat 46

Allah swt menginformasikan bahwasanya manusia itu kebanyakan menjadikan harta dan keturunannya sebagai perhiasan di dunia ini.

Namun kemudian Allah mengingatkan bahwasanya berkonsentrasi dan mengosongkan diri dalam beribadah kepada Allah adalah lebih baik bagi kalian semua daripada menyibukkan diri memikirkan harta maupun keturunan.

Lebih baik daripada mengumpulkan semuanya itu serta lebih baik pula daripada memiliki rasa rasa kasih sayang yang tidak sesuai (tidak proporsional).

Sedangkan menurut Sahabat Ibnu Abbas maupun yang lainnya berpendapat bahwa makna الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ adalah sholat 5 waktu.

Tetapi menurut sahabat Utsman bin Afan, sahabat Atho bin abi Robbah, Said bin Jabir maupun yang lainnya makna الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ adalah ucapan:

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر و لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Maknanya adalah kalimat tasbih, tahmid, takbir tahlil dan hauqolah. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah Saw bersabda “Siapa saja yang melakukan wudhu seperti wudhuku ini (melakukan rukun dan sunnahnya).”

Kemudian orang tersebut melaksanakan shoalat dzuhur, maka orang tersebut di ampuni dosanya antara shubuh sampai dzuhur, kemudian sholat ashar maka dirinya akan di ampuni dosanya antara waktu dzuhur sampai ashar, kemudian orang tersebut sholat maghrib maka dirinya di ampuni dosanya antara ashar sampai maghrib.

Selanjutnya orang tersebut sholat isya maka di ampuni baginya dosa yang berada di antara maghrib sampai isya. Kemudian jikalau orang itu bangun kemudian wudhu dan sholat shubuh, maka dirinya di ampuni dosa antara waktu sholat isya sampai shubuh.

Ini adalah kebaikan-kebaikan yang menghilangkan kejelekan-kejelekan.

Menurut Tabi’in Sa’id Ibnu Musayad yang di namakan الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ adalah sholat dan puasa, namun juga mencakup zakat dan haji serta kalimat yang 5 (tahlil, tasbih, tahmid, takbir dan hauqollah).

Sedangkan Sahabat Abu Said meriwayatkan bahwasanya Rasulallah Saw pernah bersabda “Perbanyaklah oleh kalian untuk melakukan الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ.”

Nabi Saw kemudian ada yang bertanya kembali, “Apakah الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ itu wahai Nabi ?”

Nabi Saw menjawab adalah Al-Millah (Agama), dalam riwayat lain Nabi menjawab ialah bacaan (tahlil, tasbih, tahmid, takbir dan hauqollah).

Dalam riwayat lain الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ maknanya adalah bacaan 5 tersebut di sertai sholat malam dengan wudhu yang sempurna. Di saat wudhu berkumur dan istinsyaq. Setelahnya orang tersebut membaca tasbih 100 kali, tahmid 100 kali, takbir 100 kali, tahlil 100 kali dan hauqolah 100 kali.

Maka orang ini akan di ampuni dosa-dosanya kecuali dosa dengan sesama manusia.

Tafsir Munir Surat Al-Kahfi Ayat 46

Setiap sesuatu yang di jadikan perhiasan dunia adalah sesuatu yang cepat ingin dicapai, dan menjadi sumber kebanggaan. Sedangkan الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ yakni amal-amal yang baik yang pahalanya langgeng selamanya baik mencakup shalat fardhu lima waktu, amal haji, puasa ramadhan, serta ucapan yang baik.

Adalah sesuatu yang lebih baik dari harta maupun keturunan dan segala perhiasan dunia. Imam Ghazali menyampaikan sebuah riwayat bahwa siapa saja yang mengucapkan tasbih maka baginya akan mendapatkan pahala 10 kebaikan.

Siapa yang mengucapkan tahmid mendapatkan 20 kebaikan dan ketika mengucapkan tahlil akan mendapatkan 30 pahala dan ketika mengucapkan takbir akan mendapatkan 40 pahala.

Alasannya adalah memahami dengan mengucapkan dan mengaplikasikan tasbih maka sungguh orang itu mengetahui bahwa keberadaan Allah itu di bersihkan dari segala sesuatu yang tidak patut bagi Allah.

Dan ini adalah sebuh pengetahuan yang bisa memberikan kebahagiaan yang besar dan suguhan yang sempurna ketika membaca tahmid maka sungguh orang tersebut mengakui bahwa Allah itu di bersihkan dari segala sesuatu yang tidak patut, Allah itu memiliki kesempurnaan dan seluruh kebaikan.

Sedangkan ucapan tahlil adalah sebuah ucapan pengakuan bahwa Allah itu adalah Dzat yang wujud. Yang wujudnya itu di bersihkan dari segala sesuatu yang tidak patut dan menunjukkan Allah itu Esa.

Ketika mengucaokan takbir maka menunjukkan bahwa akal manusia tidak akan mencapai kemampuan dan keagungan yang sesungguhnya. 4 kalimat inilah yang di namakan الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ.

Tafsir Baidhowi Surah Al-Kahfi Ayat 46

Menerangkan bahwa manusia itu menjadikan harta dan keturunan itu sebagai perhiasan. Dan mereka (manusia) terkadang lalai dari apa yang ada di dekatnya sebab harta dan anak.

Sedangkan الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ adalah amal-amal baik yang buahnya itu kekal selama-lamanya. Dan di dalamnya ini tercakup sholat lima waktu, amal haji, puasa ramadhan, bacaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir serta ucapan yang baik.

Demikianlah kajian 4 tafsir dari Surah Al-Kahfi Ayat 46. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga Tafsir Surah Al-Kahfi ayat 47

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *