Memahami Amarah dalam Islam

Amarah dalam Islam

Amarah dalam islam salah satu sikap bahwa kita tidak suka diperlakukan seperti perlakuan yang sudah diterima. ini akan muncul ketika Kita mengalami stres atau Emosi.

Amarah adalah emosi yang ditandai oleh sikap seseorang atau perasaan yang diperlakukan tidak baik.

Tertekan dan memberi dorongan untuk bertindak atau memperbaiki keadaan.

Kemarahan mengajarkan kita rasa dan keadaan bahwa Kita merasa dirugikan atau berada dalam tekanan.

Antara manusia dan Allah subhanallah wa taala memiliki kesamaan dalam sifat semisal Allah subhanallah wa taala memiliki sifat marah,

manusia juga memiliki sifat amarah ataupun marah.

Allah subhanallah wa taala memiliki sifat penyayang, manusia juga memiliki sifat penyayang. Akan tetapi marahNya Allah subhanallah wa taala dengan marahnya manusia itu berbeda.

Jika kita marah dengan ekspresi wajah maka kita tidak bisa menyamakan marahnya Allah dengan manusia,

lalu bagaimana Allah murka atau marah pada hakikatnya hanya Allah subhanallah wa taala yang tau.

Imam Ahmad dan At-Tirmidzi dalam kitab Irsyadul Ibad menyampaikan sebuah Riwayat yang artinya :

“penyakit umat-umat sebelum kalian semua telah mendekati kalian semua yaitu penyakit dengki dan penyakit marah memarahi.

Penyakit ini adalah sesuatu yang merusak, tepatnya yang merusak agama bukan perusuh atau pencukur rambut.”

Amarah dalam islam
Ilustrasi Memahami Amarah

syekh Ibnu ‘atoilah dalam kitab Hikam pernah menyampaikan statement

“engkau tidak akan bisa mengeluarkan sifat-sifat jelek semisal sombong dan membanggakan diri

kecuali dengan mempersaksikan sifat-sifat tuhanmu semisal sifat keagungan Allah.”

Dari Statement diatatas bahwa manusia memiliki sifat yang jelek seperti sombong, membanggakan diri dan juga marah.

Maka Imam Al Baihaqi telah meriwayatkan hadits dan juga imam Ibnu’asakir rahimakumullah dari rasulallah shalallahu alaihi salam beliau bersabda :

“wahai sahabat mu’awiyah hendaklah engkau takut untuk melakukan marah (marah yang bukan pada tempatnya)

karena marah itu bisa merusak iman

karena amarah yang berlebih-lebihan mengantar kemurtadan dari agama Islam dan meninggalkan dalam keadaan kufur.

Lalu apa saja dampak dan manfaat amarah dan seperti apa marah yang positif dan negatif itu.

Trik membedakan amarah yang secara proporsional dan berlebih-lebihan :

Amarah dalam Islam yang proposional

Amarah yang proposional adalah marah yang tidak memiliki unsur balas dendam ataupun menyakitkan orang lain.

artinya marah yang proposional ini adalah emosional untuk menyelesaikan masalah ketidak adilan yang terjadi atau emosional

untuk menyelesaikan sesuatu agenda ataupun mencari suatu jawaban dari kejadian ataupun permasalahan yang terjadi.

Sedangkan amarah yang berlebih-lebihan

Amarah yang berlebih-lebihan adalah marah yang memiliki unsur balas dendam, menyakitkan orang lain ataupun merasa berkuasa.

Dan marah atau amarah yang berlebih-lebihan ini terkadang terjadi pada jangka panjang artinya tidak sama seperti marah yang proposional,

emosional akan meredah bila masalah ataupun persoalan telah diketemukan jalan keluarnya.

Dampak dari amarah yang proposional dan berlebih-lebihan

Berlebih-lebihan memang tidak baik bukan hanya saat kita marah tapi juga ketika kita makan ataupun yang lainnya seperti ibadah,

dalam ibadah juga harus proporsionl

Seperti hak seorang pasangan kita untuk diperhatikan,

hak tubuh kita untuk istirahat dan makan dan hak Allah subhanallah wa taala dan juga hak-hak yang lainnya.

Marah berlebih-lebihan pada kita diantaranya :

  1. Orang yang suka marah berlebih-lebihan akan mengalami kecemasan yang sangat.
  2. Orang yang suka marah berlebih-lebihan daya tahan tubuh nya akan mengurang.
  3. Beresiko terserang penyakit jantung, makannya orang yang suka marah biasanya cepat meninggal.
  4. Beresiko terkena setruk karena aneurisma pecah bagi penderita membunuh darah.
  5. Perusak paruh-paruh karena biasanya orang yang sedang marah dalam kondisi seperti ini merusak kualitas paruh-paruh.

Amarah secara proporsional dampaknya :

  1. Marah secara proporsional adalah marah emosi yang normal karena ini adalah sikap yang normal terjadi bila kita terancam.
  2. Membantu menemukan jalan keluar.
  3. Orang yang marah secara wajar mudah mengetahui masalah sebenarnya
  4. Orang yang marah biasanya lebih siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.
  5. marah secara proporsional akan menjadi lebih positif karena rasa marah akan menghilangkan rasa stress.

Jadi kita harus bisa mengatur emosi saat kita marah karena emosi ataupun amarah yang berlebih-lebihan

Itu tidak baik begitupun menahan amarah juga tidak baik karena amarah sendiri memiliki sisi yang positif dan negatif.

, marahlah secara prohal yang sebaiknya dilakukan saat kita sedang marah salah satunya berwudhu

Untuk menghilangkan amarah itu sendiri karena marah itu datang dari syaitan dan syaitan itu tercipta dari api

untuk memadamkan api itu dengan air, artinya dengan berwudhu kita bisa menghilangkan rasa Amarah

setiap anggota wudhu yang dibasuh juga memiliki kemanfaatan tersendiri salah satunya menghilangkan amarah

selain itu juga dapat terhindar dari dampak negatif dari amarah, semisal ketika kita marah kita akan kemungkinan mudah terkena setruk

Memasukkan air ke lubang hidung dan mengeluarkan kembali (istinsyak) dapat mencegah penyakit setruk

yang mana jika kita marah tidak secara proporsional akan beresiko terkena setruk.

Penutup

Mungkin itu yang bisa kita sampaikan informasi mengenai amarah dalam islam dan dampaknya, semoga bermanfaat bagi pembaca.

Bila ada informasi lain atau informasi yang kurang tepat yang pembaca tahu, tentang amarah dan dampaknya yang belum kita bahas atau salah bisa komentar untuk berbagai pengetahuan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *