Antara Aku Kau dan Dia

Antara Aku Kau dan Dia

Semua orang pasti ingin hidupnya bahagia, keinginannya tercapai, dan semua kebutuhannya terpenuhi untuk itu perhatikan Allah, Kita dan Kesibukan kita.

Namun, banyak orang yang menganggap bahwa uang adalah segalanya. Bisa untuk membeli kebahagiaan, melancarkan tercapainya tujuan bahkan dengan uang dapat mendapatkan apapun yang kita inginkan.

Bacaan Lainnya

Sehingga banyak dari kita sering kali berkerja dari pagi, siang, sore bahkan sampai malam hanya untuk mencari materi duniawi semata.

Bahkan sampai lupa bahwa ada orang-orang yang sebetulnya butuh dengan kehadiran kita seperti keluarga contohnya.

Hanya karena pekerjaan atau kesibukan kita sampai lupa dengan waktu yang harus untuk kebersamaan bersama keluarga, waktu untuk mengistirahatkan diri dan waktu-waktu yang lain seperti untuk berbincang dengan Allah تعالى.

Sebagaimana keterangan dalam kitab Hikam hal 78 kurang lebih seperti ini :

“hendaklah kalian untuk beribadah menuju Allah meskipun dalam keadaan kaki yang terasa ringan maupun dalam keadaan kaki terasa berat.”

Maksudnya kita tetap harus berIstiqomah dalam beribadah kepada Allah sekalipun kita sibuk.

Perhatikan 3 hal ini yang membuat bahagia (Allah, Kita dan Kesibukan)

1. Berkonsentrasi penuh Kepada Allah.

Allah adalah Tuhan yang maha kuasa yang menciptakan langit, bumi berserta isinya.

Yang seharusnya selalu kita ingat dan selalu kita sebut baik pada waktu pagi, siang, sore maupun waktu malam.

Hanya karena duniawi kita sampai lupa bahwa Allah تعالى yang seharusnya kita prioritaskan melebihi kita mengutamakan diri kita.

Bahkan kita terkadang sampai lupa bahwa kita diciptakan oleh-NYA itu untuk beribadah.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Allah تعالى dalam ayat suci Al-Qur’an kurang lebih seperti ini yang artinya:

“Tidaklah Saya (Allah تعالى ) ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah.”

2. Luangkan waktu untuk diri kita.

Kita hanyalah manusia biasa yang terkadang merasa lelah, sakit ataupun kecewa. Maka dari itu kita juga harus bisa memberikan waktu untuk diri kita sendiri beristirahat, refreshing ataupun hanya sekedar berkumpul dengan keluarga.

Jangan habiskan waktu kita hanya untuk kerja (kesibukan dunia) ataupun waktu kita habiskan untuk beribadah kepada Allah.

Kita harus bisa membagi waktu mana waktu untuk kita beribadah kepada Allah, mana waktu kita untuk diri sendiri maupun waktu untuk kita mengerjakan kesibukan duniawi.

Bagaimanapun kita tidak bisa memungkiri bahwa selama kita hidup di dunia kita juga butuh yang namanya materi duniawi itu sendiri.

Sebagaimana keterangan dalam kitab Hikam hal 78 kurang lebih seperti ini :

“Perlu diketahui sesungguhnya seseorang yang baginya belum memiliki kecukupan dunia dan ia butuh uang berkerja dan akhirnya orang ini sibuk berkerja tidak sempat konsentrasi dan tidak segera bergegas mencari ridho Allah maka orang ini tidak sampai dikatakan hina dengan sebenar-benarnya hina”.

Akan tetapi jika berkerja bisa dengan membagi waktu juga untuk beribadah kepada Allah kenapa kita harus menghabiskan semua waktu kita hanya untuk kesibukan duniawi semata.

3. Kesibukan tidak untuk mengatur kita.

Banyak diantara kita yang memiliki banyak harta istirahatnya juga tidak pernah tenang sebab hartanya sendiri. Takut kemalinganlah, kebakaranlah dan semacamnya.

Akan tetapi masih banyak orang yang tetap sibuk berkerja hanya untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah yang mana terkadang memperbudak kita sendiri dan kita tidak memungkiri bahwa hal itu juga dapat memberikan kebahagiaan.

Namun, banyak juga sebab hal itu kita lupa dengan Tuhan, waktu untuk diri sendiri dan seterusnya. Sehingga yang mengatur hidup kita adalah kesibukan kita yang arahnya hanya untuk memenuhi hawa nafsu duniawi semata.

Sebagaimana keterangan dalam kitab Hikam hal 78 kurang lebih seperti ini :

“hendaklah kalian untuk beribadah menuju Allah meskipun dalam keadaan kaki yang terasa ringan maupun dalam keadaan kaki terasa berat.”

Maksudnya kita tetap harus berIstiqomah dalam beribadah kepada Allah sekalipun kita sibuk.

Penutup

Kita haruslah memperhatikan hal yang membuat kita bahagia yaitu Allah, Kita dan Kesibukan.

Sebagaimana keterangan dalam kitab Hikam hal 78 kurang lebih seperti ini:

“Sehingga yang wajib bagi setiap golongan baik Jin dan Manusia untuk meletakkan kesibukan-kesibukan dan problemnya pada belakang punggungnya sendang dirinya tetap konsentrasi menghadap Allah.”

Mungkin keterangan tersebut cukup jelas siapa yang harus kita konsentrasi terlebih dahulu sebelum diri sendiri dan hal yang tidak lebih diprioritaskan ketimbang dirinya sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *