Alasan Buah Kurma Disebut Dalam Al-Qur’an

Sebetulnya penyebutan buah dalam al-Qur’an tidak hanya buah kurma namun juga buah Anggur.

Buah kurma adalah buah yang memiliki banyak manfaat selain itu buah kurma dan anggur ini akan selalu berbuah tanpa mengenal musim.

Pada kedua buah ini sebetulnya ada tanda kenikmatan dan kemanfaatan yang Allah تعالى berikan kepada makhluk-Nya.

Siapa saja yang mampu mengambil pelajaran dari kedua buah tersebut maka dia akan melihat kekuasaan Allah تعالى.

Dan juga hikmah dari ciptaan Allah تعالى untuk memperkuat agamanya.

Selain itu melalui kedua buah tersebut merupakan syareat untuk bersyukur kepada Allah تعالى.

Selain itu semua, sebetulnya yang mendasari penyebutan kedua buah ini dalam al-Qur’an adalah tempat turunnya al-Qur’an itu sendiri dan masyarakat sana yang umumnya mengkonsumsi makanan tersebut.

Yakni sebagai makanan pokok, sebagai lauk pauk dan sebagai santapan buah baik masih dalam keadaan basah maupun kering.

Manfaat Buah Kurma

Buah yang selalu naik daun ketika menjelang bulan Ramadhan ini memiliki banyak khasiat.

Salah satunya mencukupi kebutuhan gizi dan kalori.

Sebab itu Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم setiap berbuka puasa dengan memakan tiga biji buah ini kalau tidak ada kurma yang basah atau kurma yang kering kalau tidak ada keduanya maka minum air putih.

Alasan Makan Kurma Harus Ganjil?

Alasan memakan buah yang naik daun kala bulan Ramadhan dengan bilangan ganjil selain sunnah Nabi juga ada beberapa alasan lain;

Salah satunya yang menyebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim yang artinya :

“Siapa saja yang mengkonfirmasi tujuh butir kurma ajwah pada siang hari, maka pada hari itu dia tidak akan terkena racun maupun sihir.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *