Belajar Kepada Burung

Burung adalah salah satu dari sekian banyak ciptaan Allah yang bisa terbang bebas di angkasa.

Burung adalah hewan dengan ciri-ciri khusus dan Allah juga menyebutkannya dalam beberapa ayat Al-Qur’an.

Bacaan Lainnya

Ayat yang menyebutkan kata Burung

1. Ayat 79 Surat An-Nahl

Maka Allah menginformasikan bahwa burung-burung dalam ayat tersebut bebas terbang ke langit dengan mudah dan dengan izin Allah. Yangmana, menunjukkan salah satu tanda kebesaran Allah.

2. Surat Al-Mulk ayat 19

Dalam ayat tersebut Allah juga menginformasikan bahwa burung itu dapat mengepakkan sayapnya tanpa ada yang dapat menahannya kecuali Allah. Sungguh, yang demikian itu menunjukkan bahwa Allah maha melihat segala sesuatu.

3. Surat An-Nur ayat 41

Dalam ayat ini terdapat informasi bahwasanya burung itu selalu bertasbih kepada Allah. Yangmana, itu menunjukkan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu.

Di setiap tempat, bahkan di Kutub Utara, pegunungan, gurun pasir, dan sudut bumi lainnya, hewan-hewan bisa hidup termasuk burung.

Dengan demikian, para ilmuwan dapat menemukan lebih dari 9.000 spesies burung dengan karakteristik yang berbeda di berbagai belahan dunia.

Keistimewaan Burung

Dalam tafsir Jalalain menyebutkan bahwa sebagian keistimewaan burung ialah mengagungkan dan memuji Tuhannya dengan mengepakkan sayapnya.

Dan dalam tafsir Ibnu Katsir, diberitakan bahwa setiap makhluk memiliki caranya masing-masing dalam memuliakan Tuhannya. Sementara itu, Allah secara khusus menyebutkan bahwa ketika burung terbang, saat itu mereka sedang memuji Allah dan menyembah Allah.

Pada Tafsir Munir Juz 2 halaman 85, Menurut sebagian ulama, menegaskan bahwasanya “Sesungguhnya kita melihat bahwa Allah mengilhami burung dan beberapa hewan melata seperti belalang dan jangkrik dengan tindakan amalan yang halus, sehingga beberapa makhluk cerdas tidak dapat melakukan hal-hal ini.

Menurut tafsir Baidhowi, Allah menyebutkan secara khusus bahwa selama burung itu bergerak, mereka tidak akan berhenti memuji Allah.

Dalam uraian ini, kita menyadari bahwa binatang yang kita anggap tidak cerdas sebenarnya adalah yang muliakan Tuhan yang lebih langgeng dari pada kita.

Dan kami juga menyadari bahwa ketika binatang yang bisa terbang itu terbang untuk mencari makanan, mereka tidak pernah kembali ke sarangnya dengan membawa makanan untuk besok. Ini berarti bahwa mereka sepenuhnya menyerahkan kehidupan hari esok kepada Tuhan mereka dan tetap pergi mencari makanan untuk kelangsungan hidup dan untuk bertahan hidup sampai hari esoknya.

KESIMPULAN

Setiap benda maupun makhluk hidup, baik yang berakal maupun tidak berakal, memiliki caranya masing-masing dalam memuliakan Tuhan.

Tuhan selalu mengajarkan kepada setiap makhluk-Nya bagaimana bertasbih dengan caranya sendiri.

Kita sebagai manusia adalah ciptaan Tuhan yang terbaik. Tetapi kita dilarang untuk menyombongkannya, bahkan jika kita tidak boleh menganggap remeh makhluk lain, karena Tuhan menciptakan kita untuk berbuat kebaikan.

Jin, binatang maupun manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki caranya untuk menyembah Tuhannya dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk saling mengingatkan kepada penciptanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *