Ajian Penangkal Syetan

ajian penangkal syetan_ponpesduacirebon.id

Syetan itu ada di manapun. Godaan syetan pun beragam. Dalam setiap perilaku manusia, syetan selalu menggoda untuk melakukan penyimpangan dan kesesatan.

Sebagaimana dalam artikel “doa mengusir setan dari tubuh manusia” menjelaskan bahwa dalam kitab irsyadul ibad, dari Imam Al-Hakim dan Imam Addailami menyampaikan sebuah riwayat bahwasannya iblis itu pernah berbicara yang di dengar oleh Nabi Muhammad saw, ucapan tersebut adalah “mari kalian semua dari golonga iblis dan syetan menggoda manusia untuk memiliki sifat dengki dan menyimpang dari aturan, karena dua hal ini bagi Allah dosanya setara dengan syirik kecil.” dengan berdasar pada hadis inilah tentunya kita harus berhati-hati dengan godaan syetan.

Bacaan Lainnya

Menurut literatur tafsir baidhowi tafsir Q.S. Al-Mu’minun ayat 97, menerangkan bahwa godaan syetan itu berbentuk dorongan perilaku menyimpang.

Sementara itu dalam buku Sosiologi 1, Volume 1 (2008:119), Andreas Suroso menjelaskan perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial adalah segala bentuk tindakan dari individu ataupun kelompok yang tidak sesuai, bahkan menentang, aturan ataupun nilai-nilai norma sosial dalam masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, guru kami, Dr. Muhammadun, M.Si menjelaskan bahwa pembangkangan kepada Allah atau kemaksiatan ini adalah segala hal dan perilaku yang tidak menjerumus pada kebaikan.

Berdasarkan fenomena penyimpangan di atas,islam hadir selain untuk memberikan peringatan, islam juga memberikan solusi. Seperti hal nya Syekh Nawawi, Imam Jalaludin Al Mahali, dan Imam Baidhowi ketika menafsirkan Q.S.Al-Mu’minun ayat 97 jelas menyebutkan bahwa Allah SWT memerintahkan baginda Nabi Muhammad SAW untuk memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syetan. Tentunya perintah ini tidak hanya berlaku untuk beliau tapi juga untuk kita semua selaku umat Nabi Muhammad SAW.

Namun terdapat munasabah dengan ayat selanjutnya yakni pada tafsir munir dan tafsir baidhowi ayat 98 di surat yang sama, menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kita melalui baginda Nabi Muhammad saw untuk meminta perlindungan kepada Allah agar syetan tidak mendatangi kita dalam keadaan apapun.

Tafsir ini pula menjelaskan secara mendetail, bahwa godaan syetan yang paling besar terdapat pada tiga keadaan. Yakni ketika sedang sholat, ketika membaca Al-Qur’an, dan ketika memasuki ajal kita. Tiga keadaan ini tentunya harus dapat kita persiapkan dengan sebaik mungkin. Dengan ilmu dan do’a.

Do’a Memohon Perlindungan

Berikut adalah do’a memohon perlindungan riwayat dari Imam Ibnu Katsir :

بِاسْمِ اللهِ اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَاَنْ يَحْضُرُوْنِ.

Artinya :
Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan, siksaan dan kejahatan hamba-hamba Allah dan dari godaan setan serta jangan sampai setan mendatangiku.

Terdapat kisah inspiratif dari mbah muqoyim, salah satu kiayi mahsyur dari Cirebon. Beliau yang tentunya dapat memulai dakwah islam hingga mendirikan pesantren di cirebon tentunya tidak instan. Ada riadoh, amalan dan do’a yang dapat kita lakukan. Seperti yang telah di lakukan mbah muqoyim dan para kiayi terdahulu, hendaklah kita meniru perilaku beliau-beliau. Yakni dengan memperbanyak amalan dan do’a secara istiqomah.
Dari kisah tersebut bisa kita ambil hikmah, Segala hal yang kita lakukan pasti berproses dan proses awal mengawali tindakan kita tentunya dengan do’a dan riadoh.

Kesimpulan

Hikmah yang bisa kita ambil dari pembelajaran ke empat tafsir tersebut, dengan segala keterbatasan penulis, dapat diambil kesimpulan bahwasannya memohon perlindungan dengan ikhtiar dan berdo’a sebagaimana ajaran Rasulullah SAW untuk menghindari godaan syetan, do’a yang dilakukan secara istiqomah semoga hal demikian termasuk bagian dari riadoh kita, dikarenakan setiap moment-moment penting dalam hidup kita, hendaklah diawali dengan do’a dan riadoh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *