Lakukan 3 Hal Ini Ketika Bulan Suro

Bulan Suro adalah bulan Muharram atau kita juga mengenalnya dengan sebutan bulan Kramat. Keutamaan dan amal kesunnahan bulan Muharram yang membuat bulan ini Kramat.

Sedangkan Muharram (المحرم) berasal dari kata Haram (حرم) yang artinya suci atau terlarang.

Bacaan Lainnya

Sedangkan Muharram sendiri adalah tahun baru Hijriyah yang mana dalam perayaannya tidak semeriah penyambutan tahun baru Masehi.

Dalam perayaan tahun baru Masehi yang terlihat meriah sebab dalam semalaman suntuk orang-orang merayakan sampai menjelang terbitnya matahari. Tidak seperti tahun baru Hijriyah yang dalam perayaannya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Lakukan 3 hal ini pada bulan Suro

Agar pada tahun baru Hijriyah ini semakin bermakna alangkah baiknya kita melakukan amalan yang Sunnah untuk melakukannya pada saat bulan Muharram.

1. Puasa Asyura

Puasa Asyura ini bersumber dari kitab Fathul Mu’in tentang فصل في صوم التطوع yang mana puasa ini bertepatan dengan tanggal 10 Muharram.

Akan tetapi orang Yahudi juga melaksanakan puasa Asyura ini, untuk itu alangkah baiknya kita melakukan puasa 2 hari agar tidak menyamai mereka yakin tanggal 9-10 Muharram atau 10-11 Muharram.

Berdasarkan hadits Nabi yang artinya : “Jikalau umur Saya masih ada sampai tahun depan, maka Saya akan mengerjakan puasa 10 Muharram.”Namun yang terjadi Nabi wafat terlebih dulu sebelum datangnya bulan Muharram.

Akan tetapi ada sebuah keterangan dalam kitab Al ‘um Imam Syafi’i berpendapat “tidaklah menjadi masalah jika seseorang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja tanpa berpuasa pada hari sebelum maupun sesudahnya.

Niat Puasa Asyura

Untuk melaksanakan puasa ‘Asyura itu, umat Islam harus niat terlebih dahulu di malam harinya.

Selain membaca niat tersebut di dalam hati, niat itu juga sunnah mengucapkan dengan lisan.

Adapun niat puasa ‘Asyura adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ. Artinya: “Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.”

2. Bersedekah

Untuk merayakannya tahun baru Hijriyah dapat merayakannya dengan cara bersedekah. Dalam kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah karangan KH Sholeh Darat menyebutkan.

“Bahwa awal Muharram adalah tahun barunya seluruh umat Islam. Adapun tanggal 10 Muharram adalah ‘Hari Raya’ yang menggunakannya untuk bergembira dengan shadaqah.”

3. Instrospeksi diri

Sebenarnya kita dapat melakukan instrospeksi diri atau muhasabah kapan saja. Namun alangkah lebih baik jika pada bulan Muharram ini kita lebih muhasabah dalam perbuatan dan lebih mendekatkan kepada Sang Pencipta jagat raya.

Firman Allah Ta’ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri memperkatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr: 18).

Ibnu katsir berkata tentang tafsir ayat ini

“Yaitu, sebelum penghisaban amal (pada hari kiamat) hendaklah kalian menghitung-hitung amal kalian, dan perhatikan apa yang telah kalian persiapkan berupa amal kebaikan sebagai bekal kembali dan menghadap kepada Rabb kalian.”

Muhasabah cara Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah

“Semua itu dimulai dengan muhasabah diri terhadap amalan-amalannya yang wajib, jika ia menemui kekurangan padanya, hendaklah berusaha menggantinya, baik dengan cara mengqodho atau dengan memperbaikinya.

Selanjutnya muhasabah diri terhadap hal-hal yang dilarang, jika ia mendapatkan dirinya pernah terjerumus di dalamnya, hendaklah menyesalinya dengan bertaubat dan istigfar serta mengerjakan amal kebaikan sebagai penghapus dosa-dosa tersebut.

Setelah itu muhasabah diri jika selama ini ia lalai akan maksud dan tujuan penciptaannya, maka ia segera menutupinya dengan berdzikir dan menghadapkan diri seutuhnya kepada Allah Ta’ala.”

Jangan Lakukan 3 Hal ini pada bulan Suro Jika Ingin Selamat

Kitab Fathul Mu’in pada فصل في صوم التطوع menerangkan sedikit kesalahan yang sering terjadi pada saat bulan suro sebagai mana dalam hadits.

Adapun hadits yang menerangkan keutamaan memakai celak, mandi dan memakai minyak wangi pada tanggal 10 Muharram bukanlah hadits yang benar.

Bunyi hadits tersebut seperti ini: “siapa yang memakai celak, mandi dan memakai minyak wangi pada tanggal 10 Muharram maka orang itu dalam melalui masa setahun tidak akan terkena penyakit mata.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *