Menipu Tuhan Dalam Beramal

Menipu Tuhan dalam beramal

Menipu Tuhan dalam beramal sungguh adalah perbuatan orang-orang yang tidak ikhlas.

Sebagaimana mana keterangan dalam kitab Ibanatul Ahkam hadis ke 267

Bacaan Lainnya

Dalam makna global terdapat keterangan bahwa Baginda nabi Muhammad Saw memberikan aturan kepada orang yang telah selesai shalat untuk beristighfar.

Yang tujuannya untuk menutupi ketidak khususnya yang dialami orang yang shalat sekaligus sebagai pengganti dari kekurangan dalam melaksanakan shalat.

Dari situlah syareat untuk melakukan istighfar dan berdzikir setelah selesai shalat. Dan menjadi rahasia melakukan istighfar setelah shalat.

Cara Menipu Tuhan

Abu Nawas pernah di tanya oleh seorang muridnya tentang bagaimana cara menipu Tuhan.

lalu Abu Nawas membacakan sebuah syair :

“Wahai Tuhanku! aku bukanlah ahli surga – tapi aku tidak kuat menjadi ahli neraka”
“Maka berilah aku taubat dan ampunilah segala dosa-dosaku – sesungguhnya Engkau maha pengampun dosa-dosa besar”
“Dosa-dosaku bagaikan pasir di pantai – maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan”
“Umurku ini berkurang setiap waktu – sedangkan dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya?”
“Maka jika Engkau mengampuni, Engkaulah yang berhak mengampuni – maka jika Engkau menolak, kepada siapa aku harus meminta ampun selain kepada Engkau?”

(Abu Nawas)

Perumpamaan Menipu Tuhan dalam Beramal

Dalam kitab Irsyadul Ibad ada sebuah Riwayat dari Imam Ahmad dan Imam Musim, yang intinya bahwa besok di hari Allah bertanya kepada tiga orang yaitu ;

Orang pertama orang yang mati syahid di Medan perang, Allah mengingatkan kembali atas nikmat yang pernah di berikan sewaktu di dunia.

di saat itulah Allah bertanya untuk apa nikmat yang telah aku berikan? Maka seseorang tadi menjawab “nikmat itu saya gunakan untuk jihad dengan perang di jalan-mu titik sehingga saya mati syahid. “

Mendengar jawaban ini Allah berkalam “kamu bohong, yang yang terjadi pada Engkau itu sesungguhnya adalah engkau perang di medan perang sampai mati tujuanmu supaya di katakan pemberani.”

Orang kedua orang yang belajar ilmu dan mengamalkannya serta membaca Alquran

Allah pun mengingatkan kembali nikmat yang telah di berikan di dunia.

Allah pun bertanya untuk apa nikmat yang saya berikan itu, maka mereka menjawab “nikmat itu saya gunakan untuk mencari ilmu dan memperbanyak membaca Alquran.”

mendengar jawaban ini Allah pun berkalam kalian bohong, yang terjadi sesungguhnya adalah engkau belajar ilmu dan dan mengajarkannya agar di panggil sebagai orang yang alim dan engkau membaca Alquran tujuannya adalah engkau agar di katakan sebagai ahli al-quran.

Orang ketika adalah orang yang di berikan rezeki oleh Allah, Allah pun mempertanyakan nikmat-nikmat tersebut sehingga Engkau ingat kembali.

di saat itu Allah bertanya “apa yang kamu lakukan dengan harta mu yang banyak itu? “Maka orang itu menjawab “saya tidak menggunakan harta itu kecuali infaq karena ini yang kau cintai.

mendengar jawaban ini Allah berkalam kamu bohong, sesungguhnya kamu melakukan itu agar engkau di katakan dermawan dan engkau di dunia sudah mendapatkan sesuatu itu.

Menipu Tuhan Menurut Hikam

kalau ilmunya Allah yakni keikhlasan dalam beramal tidak membuat dirimu cukup atau merasa tenang maka hal ini merupakan sebuah musibah atau bencana yang lebih berat resikonya dari pada musibah yang kau alami yang berbentuk hinaan dan tidak dipedulikan oleh manusia.

(Kitab Hikam)

caranya ikhlas dengan cara mengingat bahwa kita hidup tidak punya apa-apa lalu Allah ngasih sekian banyak kenikmatan.

(Aby Muhammadun)

orang yang tidak ikhlas sama dengan orang yang menipu Allah karena orang yang tidak ikhlas itu melakukan amal kebaikan ditunjukkan untuk mendapatkan penilaian dari manusia seperti pujian.

Jika sobat dua melakukan amal dan melakukannya tidak ikhlas maka hal ini merupakan sebuah musibah.

karena amal yang tidak ikhlas tentu tidak akan di terima oleh Allah sebagaimana keterangan dalam hadits di atas.


orang yang menunda Amal terancam tiga hal yaitu niatnya lemah, niatnya berubah dan meninggal sebelum mengerjakan.

(Aby Muhammadun)

Sebagaimana keterangan dalam kitab Al Assbah Wan nadhoir karya imam as suyuthi mengatakan niat nikah itu sendiri bisa dengan beberapa niat semisal niat semata ibadah mencari Allah atau mengikuti sunnah nabi atau menyempurnakan iman.

Dari keterangan tersebut Sobat Dua tau bahwa beramal bisa dua niat dalam satu ibadah.

Tapi jika sobat Dua melakukannya karena manusia itu artinya sobat Dua beramal tidak ikhlas beda dengan niat seperti yang telah di paparkan di atas tadi.

Berbuat baik itu wajib dibalas baik itu hak

(Aby Muhammadun)

Yang Harus Sobat Dua Pahami

jika Allah memerintahkan hambanya dengan perintah perbuatan, maka perkara yang di perintahkan itu tidak lepas dari tiga kemungkinan:

Pertama ada kalanya perkara yang di perintahkan itu dilakukan sesuai dengan yang di maksud dari perintah tersebut.

kedua ada kalanya perkara yang di perintahkan itu melebihi dari apa yang di perintahkan

Dan yang ketiga ada kalanya perkara yang diperintahkan itu kurang dari yang di perintahkan.

(Kitab Aluma)

Dari setatememt tersebut sobat Dua mungkin memahami bahwa Jika sobat Dua di perintah.

maka sobat Dua melakukan perintah tersebut dengan hasil 3 kemungkinan sebagaimana keterangan tersebut.


Maka berbuatlah kebaikan karena Allah bukan manusia, jika kita beramal karena manusia sungguh kita akan rugi di akhirat kelak

karena apa yang kita inginkan telah kita dapatkan sewaktu di dunia dan bagi yang di dunianya tidak mendapatkan apa yang di inginkan,

maka sungguh termasuk orang-orang yang merugi di dunia dan akhirat kelak.

Penutup

Singkat kata sobat dua jika melakukan kebaikan maka harus ikhlas karena Pujian dan sanjungan sungguh hanya efek belaka.

Dan sesungguhnya Kita tidak bisa menipu Allah, karena Allah itu mengetahui isi bumi, langit dan apa yang ada diantara keduanya, sekalipun isi hati manusia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *