PENYEBAB RUSAKNYA HATI

Penyebab rusaknya hati


Rusaknya hati karena kurangnya iman dan bisa terjadi karena berbagai faktor. Ada 6 penyakit penyebab rusaknya hati yaitu :

Penyebab Rusaknya Hati
Penyebab Rusaknya Hati
  1. sengaja berbuat dosa dengan harapan Allah akan mengampuninya.ia yang mempunyai ilmu tapi ia tidak mengamalkannya.
  2. Seseorang yang jika beramal tapi ia kurang ikhlas.
  3. Ia menikmati rizki dari Allah SWT , akan tetapi ia sukar untuk bersyukur.
  4. Seseorang yang tidak ridho atas apa yang sudah Allah beri kepadanya.
  5. Seseorang yang sering menghadiri upacara pemakaman jenazah, akan tetapi ia enggan belajar dari kematian mereka.

Terdapat sebuah riwayat hadits dari An Nu’man bin Basyir Radhiyallahu’anhu di sebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda , ” ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa itu hati (jantung).” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Agar diri terjaga dari rusaknya hati maka kita harus mengetahui apa saja hal-hal yang bisa merusak hati. Dengan kita mengetahui apa saja hal-hal yang dapat merusak hati maka kita bisa menghindari terjadinya kerusakan hati.

1 . Seseorang sengaja berbuat dosa dengan harapan Allah akan mengampuninya.

Dan apabila hati sudah mulai mengalami kerusakan maka kita segera memperbaiki nya, terdapat 6 penyebab terjadinya kerusakan hati yaitu

Allah SWT berfirman , “ panggilah mereka (anak-anak angkat itu ) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka ;itulah yang lebih adil pada sisi Allah , dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka , maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu .

Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya , tetapi (yang ada dosanya) apa yang di sengaja oleh hatimu . Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang . “ (QS. AL Ahzab [33]: 5)

2. Seseorang yang mempunyai ilmu tapi ia tidak mengamalkannya, ia mengetahui larangan-larangan Allah akan tetapi ia tetap melanggarnya.

Hal yang demikianlah yang merupakan salah satu penyebab rusaknya hati, jika hal demikian tidak segera di sikapi ia akan condong melakukan kemaksiatan.

Dalam sebuah riwayat hadits Tsauban ra, bahwasannya Rasulallah SAW pernah bersabda , “ Sesungguhnya saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada Hari Kiamat dengan kebaikan sebesar Gunung Tihamah yang putih . kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan.

” Kemudian Tsauban pun bertanya pada Rasulallah SAW “ Wahai Rasulallah sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskanlah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa di sadari.”

Lalu Rasulallah SAW pun pun bersabda, “ Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersendirian mereka menerjang hal yang di haramkan Allah,’ (HR. Ibnu Majah).

4. Seseorang jika beramal tapi ia kurang ikhlas, Dalam beramal hal yang utama adalah keikhlasan.

Syetan seringkali datang di saat kita sedang beramal saleh, dan itu bisa menghilangkan keikhlasan kita dalam beramal. Dan jika kita tidak segera membenarkan niat kita dalam beramal, maka rusaklah hati dan kita akan terus beramal tanpa adanya keikhlasan amah saleh tersebut.

5. Seseorang yang menikmati rizki dari Allah SWT , akan tetapi ia sukar untuk bersyukur.

Seseorang yang sukar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan padanya, itu menunjukan hati nya rakus. Rizki bukan hanya perihal harta (uang) , jabatan , kekuasaan danlainnya , akan tetapi bisa berupa keluarga yang utuh , teman yang baik , lingkungan yang baik termasuk kesehatan.

Seringkali orang menagnggap rizki itu hanya berupa harta saja. Allah SWT telah berfirman “ karena itu ingatlah kamu kepada-Ku. Niscaya aku ingat kepadamu. Dan bersyukulah kepada-Ku dan jangan kamu mengingkariku.’(QS. Al-Baqarah:152).

Seseorang yang tidak ridho atas apa yang sudah Allah beri kepadanya, ini sering sekali terjadi pada diri di karenakan menginginkan sesuatu yang lain.

Seringkali kita menginginkan sesuatu yang ada pada diri orang lain, sebagai salah satu contohnya seseorang memiliki tubuh pendek dan menginginkan seperti orang lain yang memiliki tubuh tinggi. Allah tidak menyukai hal semacam itu, Allah SWT berfirman ” (49) Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, (50) atau Dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang di kehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul kepada siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha kuasa. (QS. Asy Syuura [42]: 49-50).

6. Seseorang ini yang sering menghadiri upacara pemakaman jenazah, akan tetapi ia enggan belajar dari kematian mereka.

Ia sadar bahwa suatu hari nanti ia akan mengalami hal serupa tapi ia tak kunjung juga bertaubat dari maksiat. Rasulallah SAW sangat menganjurkan kepada kita untuk mengingat kematian.

Dalam sebuah riwayat hadits Nabi bersabda, “ perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (kematian), karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang, dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Bihaqi. Syekh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan).

Dengan ini mari kita menjaga hati dengan baik agar terhindar dari kerusakan , jangan sampai kita melakukan hal-hal yang menyebabkan rusaknya hati. Hal yang perlu kita tahu, bahwasannya hati ini sangatlah rawan, hati bisa ternoda, bisa rusak bahkan menglami kematian. Semua itu bisa saja terjadi jika kita tidak merawatnya dengan baik.

Baca Juga : Menipu Tuhan Dalam Beramal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar