Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu dalam pelaksanaannya.

Pengertian Shalat Rawatib

Salat rawatib adalah shalat sunnah yang pelaksanaannya sebelum atau sesudah shalat lima waktu. Shalat yang pelaksanaannya sebelum shalat fardhu adalah salat qabliyah, sedangkan yang pelaksanaannya sesudah shalat fardhu adalah shalat ba’diyah.

Mengapa Kita Harus Shalat Sunnah?

Mendasar pada hadits riwayat Imam Muslim yang artinya “Dari sahabat Robi’ah beliau berkata bahwa Nabi pernah berkata kepadaku : silahkan engkau meminta kepadaku maka saya pun menjawab saya meminta kepadamu supaya saya bisa menemanimu dalam surga kelak. Nabi bertanya adakah selain itu? Saya pun menjawab cuma itu saja. Maka Nabi pun bersabda hendaklah Engkau memperbaiki dirimu dengan memperbanyak shalat.”

Maksud dari hadits nabi tolonglah aku untukmu sendiri dengan memperbanyak sujud adalah bahwasanya Rasulullah menyuruh sahabat Robi’ah untuk menolong nabi dengan cara memperbaiki diri sahabat Robi’ah dan sahabat Robi’ah itu supaya bersih agar layak untuk mendapatkan apa yang di minta dengan cara memperbanyak shalat.

Dari situlah alasan kenapa kita harus melakukan shalat-shalat sunnah. Selain alasan tersebut sebenarnya shalat itu menyebabkan seseorang hamba akan lebih dekat dengan Allah Ta’ala.

Shalat Sunnah Rawatib Muakkad Apa Saja?

Dalam kitab Al-Tahdzib fi Adillati Matnil Ghayah wat Taqrib menjelaskan tentang 17 raka’at shalat sunnah rawatib :

:والسنن التابعة للفرائض سبعة عشر ركعة
ركعتا الفجر
وأربع قبل الظهر
وركعتان بعده وأربع قبل العصر
وركعتان بعد المغرب
وثلاث بعد العشاء يوتر بواحدة منهن

  • 2 raka’at sebelum subuh
  • 4 raka’at sebelum dzuhur
  • 2 raka’at setelah dzuhur
  • 4 raka’at sebelum ashar
  • 2 raka’at setelah magrib
  • 3 raka’at setelah isya yang salah satunya adalah shalat witir.

Berapa Jumlah Bilangan Rakaat Shalat Sunnah Rawatib Muakkad?

“Dari Ibnu Umar beliau berkata Saya menjaga Sunnah Nabi untuk mengerjakan shalat Sunnah rawatib muakkad sebanyak 12 raka’at yaitu 2 raka’at setelah dzuhur, 2 raka’at sebelum dzuhur, 2 raka’at setelah magrib, 2 raka’at setelah isya dan 2 raka’at sebelum subuh.” (Hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim).

Menurut satu riwayat lain terdapat tambahan redaksi dua rakaat setelah shalat Jum’at pelaksanaannya di rumah Nabi. Dalam versi Imam Muslim terdapat keterangan bahwa ketika Baginda Nabi bertemu dengan waktu subuh beliau tidak shalat qobliyah kecuali dua rakaat yang pelaksanaannya secara singkat.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat saja dalam Kitab Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Marom hadits ke 286.

Berapa Macam Shalat Sunnah Rawatib?

Shalat sunnah rawatib sebenarnya terbagi menjadi dua bagian yaitu sunnah muakkad dan sunnah ghoiru muakkad.

Sedangkan muakkad sendiri artinya dikukuhkan. Jadi sunnah muakkad artinya sebagai amalan yang di kerjakan karena tidak pernah meninggalkan Rasullah SAW.

Apa Saja Shalat Sunnah Ghoiru Muakkad?

Adapun shalat rawatib dalam sehari berjumlah 20 rakaat sebagaimana oleh Syekh Zainuddin Al-Malibary menyebutkan (987 H) dalam kitab Fathul Muin:

يسن للأخبار الصحيحة الثابتة في السنن أربع ركعات قبل عصر وأربع قبل ظهر وأربع بعده وركعتان بعد مغرب وندب وصلهما بالفرض ولا يفوت فضيلة الوصل بإتيانه قبلهما الذكر المأثور بعد المكتوبة وبعد عشاء ركعتان خفيفتان وقبلهما إن لم يشتغل بهما عن إجابة المؤذن فإن كان بين الأذان والإقامة ما يسعهما فعلهما وإلا أخرهما وركعتان قبل صبح

Artinya, “Disunnahkan shalat sunah 4 rakaat sebelum shalat ashar, 4 rakaat sebelum dzuhur dan setelahnya, 2 rakaat setelah maghrib dan menyambung 2 rakaat ba’diyah maghrib dengan shalat fardhu, dan tidak hilang keutamaan menyambung 2 rakaat ba’diyah maghrib sebab melakukan dzikir ma’tsur setelah shalat fardhu, kemudian setelah isya 2 rakaat yang ringan, begitu juga 2 rakaat sebelum shalat isya jika tidak sibuk menjawab azan. Apabila di antara azan dan iqamat ada waktu luang untuk mengerjakan 2 rakaat sebelum isya, maka dapat dikerjakan. Jika tidak, maka diakhirkan (setelah shalat isya), dan dua rakaat setelah subuh.

(Lihat Syekh Zainuddin Al-Malibary, Fathul Muin Syarh Qurrotil ‘Ain bi Muhimmatid Din [Dar Ibni Hazm] halaman 158-159).

Adapun di antara shalat itu yang lebih muakkad ada sepuluh sebagaimana Syekh Zainuddin Al-Malibary menyebutkan:

والمؤكد من الرواتب عشر وهو ركعتان قبل صبح وظهر وبعده وبعد مغرب وعشاء

والله اعلم بالصواب

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *