Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 110

Tafsir Al-Kahfi Ayat 110

Assalamualaikum, kali ini kami akan melanjutkan kajian tafsir dari yang sebelumnya. Yakni Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 110. Sebelum membaca 4 tafsir mari kita baca terlebih dahulu ayat beserta terjemahannya menurut Al-Qur’an Kemenag.


قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا ࣖ

Artinya :
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

Tafsir Jalalain Surah Al-Kahfi Ayat 110

Allah SWT memerintahkan baginda Nabi Muhammad SAW “Katakanlah wahai Muhammad kepada umatmu

sesungguhnya saya (Nabi Muhammad SAW) tidak lain hanyalah manusia yakni keturunan Nabi Adam yang sama seperti kalian semua yang di berikan wahyu kepada saya

dan wahyu itu sesungguhnya tidak lain hanyalah tuhan kalian semua itu adalah tuhan yang satu.”

Lafadz “أن” yang di ulang sebanyak 2 kali, tetap kedudukannya sebagai masdar. Sedangkan makna yang di maksud, bahwasanya “Saya (Nabi Muhammad SAW) di beri wahyu berupa keesaan tuhan (Allah SWT).

Oleh karena itulah siapa saja yang mengharapkan pertemuan dengan tuhannya melalui adanya hari kebangkitan dari kubur dan adanya hari pembalasan amal.

Maka hendaklah orang tersebut melakukan amal sholih dan tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun dalam peribadatan kepada tuhannya.”

yakni sekiranya orang tersebut tidak memamerkan amal ibadah yang di lakukan kepada sesuatupun.

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Kahfi Ayat 110

Ayat ini merupakan perintah Allah kepada Nabi Muhammad Saw untuk menyatakan pernyataan kepada orang-orang musyrik Makkah yang juga mendustakan kerasulan Nabi Muhammad Saw. Perintah tersebut supaya Nabi Muhammad Saw itu mengatakan bahwa dirinya adalah manusia sebagaimana penduduk Makkah yang lain.

Dalam hal ini ucapan Nabi Muhammad SAW di tujukan secara khusus kepada orang (dari penduduk makkah) yang menduga Nabi Muhammad SAW sebagai pembohong

yang Nabi Muhammad SAW sendiri mampu mendatangkan apa saja dari keterangan yang di minta oleh orang-orang musyrik makkah saat itu.

Bahwa Nabi Muhammad SAW sesungguhnya tidak mengetahui perkara yang ghaib atas apa saja yang telah di ceritakan kepada Nabi Muhammad SAW itu tentang kisah-kisah masa lalu

Baik kemampuan Nabi Muhammad Saw menceritakan kisah Ashabul Kahfi, informasi tentang raja Dzulkarnain, yang semuanya itu sesuai dengan fakta

yang mana semuanya itu jikalau Allah tidak menunjukkan kepadaku (Nabi Muhammad SAW), tentu saya tidak mengetahui apa-apa.

“Dan saya itu (Nabi Muhammad SAW) akan menginformasikan kepada kalian semua bahwa saya akan mengajak untuk menyembah tuhan yang satu. sehingga siapa saja yang menginginkan untuk mendatangkan amal sholihnya, maka hendaklah mereka melakukan amal yang sesuai dengan ketentuan Allah atau syariat. serta tidak menyekutukan peribadatannya itu kepada sesuatu pun kecuali Allah SWT.”

Menurut Imam Ibnu Katsir, terdapat 2 ketentuan pokok sebagai syarat amal di terima.

Yakni Bahwa amal yang di lakukan haruslah murni untuk mencari ridho Allah (Ikhlas)

yang kedua amal tersebut haruslah sesuai tuntunan (syariat).

Tafsir Munir Surah Al-Kahfi Ayat 110

Melalui ayat ini, Allah memerintahkan baginda Nabi Muhammad SAW untuk menempuh perjalanan hidup dengan menggunakan ketawadhuan.

Oleh karena itulah baginda Nabi Muhammad SAW di perintahkan oleh Allah untuk mengatakan bahwa

“Saya itu tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kalian semua.

yang di berikan wahyu kepada saya tentang keberadaan tuhan kalian semua, yang tidak lain adalah tuhan yang satu.”

dalam hal ini Nabi Muhammad SAW tidak menunjukan diri beliau

sebagai manusia yang memiliki status mulia yang telah di berikan oleh Allah.

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menyatakan

“Siapa saja yang ingin terus mengharapkan ridho/kemuliaan Allah

maka hendaklah melakukan amal yang layak sesuai yang di harapkan

sebagaimana yang telah di lakukan oleh orang-orang yang beriman dan melakukan amal-amal sholih.

di samping itu juga, Nabi Muhammad SAW juga melarang kepada umatnya untuk melakukan “Syirik Jalli” (Yang nyata),

yakni menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

Maupun melakukan “syirik Khoffi”, yakni melakukan amal dengan maksud riya.

Ayat ini di turunkan oleh Allah SWT berkaitan berkaitan dengan keberadaan sabda Nabi Muhammad SAW ketika menjelaskan tentang tata cara ibadah

yang harus di niatkan untuk mencari ridho Allah dan Allah pun tidak menerima amal yang niatnya di persekutukan selain Allah SWT.

Tafsir Baidhowi Surat Al-Kahfi Ayat 110

Ayat ini di turunkan untuk membenarkan ucapan baginda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa

“Saya sungguh beramal hanyalah untuk mencari ridho Allah SWT, sehingga ketika muncul di dalam hati saya niat selain  Allah, maka sungguh Allah tidak menerima amal yang di sekutukan (niatnya).”

Penutup

Demikianlah kajian 4 tafsir dari Surah Al-Kahfi Ayat 110. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua

Baca Juga : Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 1

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *