Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 66

Tafsir Al-Kahfi Ayat 66

Assalamualaikum, kali ini kami akan melanjutkan kajian tafsir dari yang sebelumnya. Yakni Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 66. Sebelum membaca 4 tafsir mari kita baca terlebih dahulu ayat beserta terjemahannya menurut Al-Qur’an Kemenag

Q.S. Al-Kahfi : 66

قَالَ لَهٗ مُوسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا – ٦٦

Bacaan Lainnya

Artinya :

Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”

Tafsir Jalalain Surat Al-Kahfi Ayat 66

Setelah pertemuan itu terjadi, maka Nabi Musa a.s berkata kepada Nabi Khidir a.s “Bolehkah saya mengikutimu supaya engkau berkenan mengajariku tentang ilmu yang telah di ajarkan kepadamu yang benar?”

Nabi Musa a.s meminta yang demikian ini kepada Nabi Khidir, alasannya adalah sesungguhnya bertambahnya ilmu adalah sesuatu yang di perintahkan atau di tuntutkan.

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 66

Melalui ayat ini, Allah memberikan informasi kepada Nabi Musa tentang ilmu yang di miliki oleh orang lebih alim dari pada Nabi Musa. Yakni ilmunya Nabi Khidir yang di khususkan kepada beliau dan tidak pernah di berikan kepada Nabi Musa.

Namun di sisi lain ayat ini juga menginformasikan sesungguhnya Nabi Musa pun di beri ilmu oleh Allah. Sebuah ilmu yang tidak di berikan oleh Allah kepada Nabi Khidir.

Permohonan Nabi Musa ini adalah permohonan dengan penuh kelembutan bukan dengan cara memaksa dan menekan. Permohonan seperti inilah yang sebaiknya di lakukan orang yang akan mencari ilmu kepada orang yang akan mengajarkan ilmu.

(Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 5 Halaman 188)

Tafsir Munir Surat Al-Kahfi Ayat 66

Nabi Khidir ketika di minta oleh Nabi Musa a.s untuk berkenan mengajari ilmu. Beliau pun berkata kepada Nabi Musa “Cukuplah Taurat sebagai ilmumu dan Bani Israil pun banyak yang sibuk.”

Maka Nabi Musa pun menjawab “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku atas hal ini (mencari ilmu kepada Nabi Khidir).”

(Tafsir Munir, Halaman 502)

Tafsir Baidhowi Surat Al-Kahfi Ayat 66

Bahwa proses pencarian ini yang di lakukan oleh Nabi Musa tidaklah menafikan/menghilangkan status kenabian Nabi Musa dan sekalipun Nabi Musa itu adalah pemegang syariah (hukun normatif). Sehingga seorang rasul itu sudah seyogyanya untuk menjadi lebih alim dari umat yang di urusnya.

Permintaan Nabi Musa ini untuk mencari ilmu kepada Nabi Khidir adalah bentuk tata krama dan menunjukan puncak ketawadhuan. Nabi Musa ketika bertemu dengan Nabi Khidir, Nabi Musa pun menganggap dirinya bodoh dan meminta izin mengikuti Nabi Khidir.

Dan seseorang yang memiliki ilmu sebenarnya adalah orang yang mendapat kenikmatan dari Allah Swt.

(Tafsir Baidhowi, Halaman 131)

Penutup

Demikianlah kajian 4 tafsir dari Surah Al-Kahfi Ayat 66. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga : Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 67-68

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *