Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 89-90

Tafsir Al-Kahfi Ayat 89-90

Assalamualaikum, kali ini kami akan melanjutkan kajian tafsir dari yang sebelumnya. Yakni Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 89-90. Sebelum membaca 4 tafsir mari kita baca terlebih dahulu ayat beserta terjemahannya menurut Al-Qur’an Kemenag

Q.S. Al-Kahfi : 89

ثُمَّ أَتۡبَعَ سَبَبًا  ٨٩

Bacaan Lainnya

Artinya :

Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).

Q.S. Al-Kahfi : 90

حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ مَطۡلِعَ ٱلشَّمۡسِ وَجَدَهَا تَطۡلُعُ عَلَىٰ قَوۡمٖ لَّمۡ نَجۡعَل لَّهُم مِّن دُونِهَا سِتۡرٗا  ٩٠

Artinya :

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,

Tafsir Jalalain Surat Al-Kahfi Ayat 89-90

(89) Kemudian Raja Dzulqornain itu berjalan menuju ke arah timur.

(90) Sehingga beliau sampai pada tempat munculnya matahari dan beliau menemukan matahari dalam keadaan menyinari sekelompok kaum, yakni kaum Azzanju. Yang mereka ini tidak menjadikan penutup baik dari pakaian maupun atap rumah dari cahaya matahari tersebut.

Artinya Raja Dzulqornain itu ketika keliling menuju timur dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin, beliau menemukan kelompok bangsanya yakni kaum Azzanju yang tidak menggunakan pakaian.

Dan tidak memiliki tempat tinggal karena tanah tempat mereka tinggal ini tidak memungkinkan untuk dibuat bangunan di atasnya. Sehingga mereka tinggal di dalam terowongan.

Ketika muncul matahari mereka masih bersembunyi di dalam terowongan itu. Namun mereka akan muncul ketika matahari berada di tengah-tengah.

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 89-90

(89) Melalui ayat ini, Allah memberikan informasi tentang perjalanan Raja Dzulqornain setelah menuju arah barat, kemudian beliau berganti ke arah timur. Untuk melaksanakan tugas dakwah mengajak kaumnya menyembah Allah dengan diikuti pasukan-pasukannya yang kuat.

(90) Sesampai di arah timur, beliau menemukan sekelompok kaum dari umatnya itu yang tidak memiliki rumah, tidak ada tanaman besar yang bisa melindungi dari panasnya matahari.

Sehingga menurut para sahabat diceritakan bahwa tanah yang dihuni oleh umat Raja Dzulqornain ini adalah tanah gembur atau lempur yang tidak bisa dibuat bangunan di atasnya.

Sehingga ketika matahari muncul mereka ini bersembunyi di dalam gua yang berada di sekitar air. Dan ketika matahari tenggelam, mereka baru keluar dari gua untuk mencari kehidupan sebagaimana yang dialami binatang ternak.

Tafsir Munir Surat Al-Kahfi Ayat 89-90

(89) Raja Dzulqornain setelah selesai tugasnya di daerah barat kemudian beliau berjalan ke arah timur untuk melanjutkan tugas berikutnya sebagai raja yang adil dan mengajak kaumnya menyembah Allah Swt.

(90) Di saat beliau sampai di wilayah timur yakni tempat munculnya matahari maka beliau bertemu kaum Azzanju. Kaum ini adalah kaum yang hidup di wilayah tepi lautan yang tanahnya lumpur sehingga mereka dalam kesehariannya tidak menggunakan baju.

Dan kehidupan mereka berbeda dengan kehidupan kaum yang di wilayah barat. Yakni ketika matahari muncul suku ini bersembunyi di dalam terowongan-terowongan. Atau bahkan berada di dalam lautan dan di saat matahari sudah mulai di tengah-tengah maka mereka keluar untuk mencari mata pencaharian.

Tafsir Baidhowi Surat Al-Kahfi Ayat 89-90

(89) Raja Dzulqornain kemudian menelusuri jalan yang menuju ke arah timur.

(90) Di saat beliau sampai di arah timur tempat munculnya matahari maka beliau menemukan sekelompok orang atau kaum yang tidak memiliki pakaian penutup untuk tubuhnya. Serta tidak memiliki rumah sebagai tempat tinggal.

Kaum ini menjadikan terowongan-terowongan sebagai pengganti rumah yang tidak bisa di bangun di tanah mereka.

Penutup

Demikianlah kajian 4 tafsir dari Surah Al-Kahfi Ayat 89-90. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga : Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 91

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *