Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 6-7

Tafsir Al-Kahfi ayat 6-7

Assalamualaikum, kali ini kami akan melanjutkan kajian tafsir dari yang sebelumnya. Yakni Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 6-7. Sebelum membaca 4 tafsir mari kita baca terlebih dahulu ayat beserta terjemahannya menurut Al-Qur’an Kemenag

Q.S. Al-Kahfi : 6

فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ إِن لَّمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَسَفًا ٦

Bacaan Lainnya

Artinya : “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).”

Q.S. Al-Kahfi : 7

إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةٗ لَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗا ٧

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya. Agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.”

Tafsir Jalalain Surat Al-Kahfi Ayat 6-7 :

(6) Maka apakah engkau (Nabi Muhammad Saw.) akan merusak diri sendiri karena sedih. Yang sehingga memunculkan kemarahan sebab semangatmu untuk mengimankan mereka (penduduk Makkah).

Setelah mereka berpaling darimu dan tidak beriman dengan Al-Qur’an ini.

(7) Sesungguhnya Kami (Allah) telah menjadikan apa saja yang ada di bumi baik binatang, tumbuh-tumbuhan, tanaman, sungai-sungai maupun yang lainnya sebagai perhiasan bagi bumi itu.

Di samping itu Kami (Allah) menguji manusia dengan semuanya itu. Ketika mereka melihat yakni siapakah di antara mereka yang paling bagus amalnya dalam menyikapi semua yang telah Kami (Allah) ciptakan.

Dalam hal ini di manakah manusia yang paling zuhud (proporsional) dalam menyikapi semua yang telah Allah Ta’ala ciptakan.

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 6-7  :

(6) Allah Ta’ala menguatkan hati Nabi untuk tetap tegar di saat beliau bersedih dalam menghadapi orang-orang musyrik Makkah. Yang mana mereka tidak mau beriman pada Al-Qur’an yang mengajak untuk beriman kepada Allah Ta’ala.

Dalam hal ini Allah Ta’ala juga melarang Nabi Saw.. untuk berlarut dalam ksedihan yang bisa merusak diri Nabi sendiri. Sehingga Nabi pun diingatkan untuk tidak putus asa dalam berdakwah, dalam menyampaikan risalah dari Allah Ta’ala.

Barangsiapa yang mendapat hidayah sehingga dapat menerima dakwah Nabi berarti kemanfaatan dan kebaikan sungguh untuk mereka sendiri.

Begitu pula siapa saja yang menolak dan menentang dakwah Nabi bahwa bahayanya itu mereka rasakan sendiri.

(7) Melalui ayat ini Allah Ta’ala memberikan informasi bahwasannya Allah menciptakan dunia beserta isinya itu yang bersifat rusak, bersifat perhiasan tetapi perhiasan yang tidak abadi.

Di samping itu dunia dan isinya yang oleh Allah ciptakan tersebut merupakan tempat ujian bukan keabadian.

Menurut sebuah riwayat, Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya dunia itu adalah sesuatu yang indah dan manis.

Dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian semua sebagai khalifah di bumi dan selanjutnya nanti Allah akan melihat apa yang kalian lakukan di dunia ini.

Hendaklah kalian mewaspadai dunia dan wanita karena sesuangguhnya awal fitnah Bani Israil itu adalah wanita.”

Tafsir Munir Surat Al-Kahfi ayat 6-7 :

(6) Maksud dari ayat ini adalah berharap dari sesuatu yang dilarang yang bisa menyebabkan kesedihan sehingga dengan kesedihan itu bisa merusak diri Nabi.

Setelah orang-orang kafir Makkah itu menolak beriman pada Nabi Muhammad Saw..

(7) Dunia dan isi yang Allah ciptakan ini supaya bisa menjadi kemanfaatan bagi manusia, dan manusia pun bisa merasakan kesenangan.

Di samping itu, Allah menjadikan binatang di dunia ini sebagai bahan pembelajaran, semisal binatang kalajengking dan ular.

Ketika kita melihatnya di dunia maka sesungguhnya Allah memberikan peringatan kepada kita bahwa akan ada adzab di akhirat melalui dua binatang ini.

Dengan melihat dua binatang ini maka sungguh hal ini pun termasuk jenis manfaat yang dapat kita ambil jika melihatnya.

Allah Ta’ala menguji manusia yang terbaik amalnya, maksudnya dengan semua ciptaan yang ada di bumi itu Allah ingin melihat siapa saja yang taat kepada Allah dan lebih istiqomah dalam berkhidmah/mengabdi kepada-Nya.

Tafsir Baidhowi Surat Al-Kahfi Ayat 6-7 :

(6) Bahwa ayat ini mempunyai maksud untuk menguatkan pribadi Nabi untuk tetap tegar dan kuat dalam mengahadapi masyarakat Makkah pada saat itu.

Karena masalah yang Nabi hadapi itu akhirnya akan menguatkan dakwah Nabi selanjutnya.

(7) Melalui ayat ini, Allah Ta’ala mengingatkan kepada kita agar tidak tertipu dunia dan menerima bagian dunia dengan Qona’ah sesuai kadar yang telah Allah tentukan.

Setelah memiliki dunia itu maka digunakan untuk segala sesuatu dengan tujuannya. Melalui ayat ini pula, Allah memberikan upaya ketenangan kepada Rasulullah Saw. setelah beliau merasa kesedihan dan kegundahan dalam menghadapi penduduk Makkah yang menolak dakwah beliau.

Penutup

Demikianlah kajian 4 tafsir dari Surah Al-Kahfi Ayat 6-7. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga : Tafsir Al-Kahfi Ayat 8-9

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *