Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 8-9

Tafsir Al-Kahfi Ayat 8-9

Assalamualaikum, kali ini kami akan melanjutkan kajian tafsir dari yang sebelumnya. Yakni Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 8-9. Sebelum membaca 4 tafsir mari kita baca terlebih dahulu ayat beserta terjemahannya menurut Al-Qur’an Kemenag

Bacaan Lainnya

Q.S. Al-Kahfi : 8

 وَإِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيۡهَا صَعِيدٗا جُرُزًا ٨

Artinya : “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.”

Q.S. Al-Kahfi : 9

أَمۡ حَسِبۡتَ أَنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡكَهۡفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُواْ مِنۡ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا ٩

Artinya : “Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan.”

Tafsir Jalalain Surat Al-Kahfi Ayat 8-9

(8) Sesungguhnya Kami (Allah) benar-benar akan menjadikan apa saja yang di atas bumi, menjadi hancur lebur dan kering. Yang tidak menumbuhkan (tumbuh-tumbuhan) sama sekali.

(9) Apakah engkau (Nabi Muhammad Saw.) menduga bahwa Ashabul Kahfi (orang-orang yang berada di dalam gua di sebuah gunung) serta Ar-roqiim (sebuah papan yang terbuat dari batu yang tertulis nama-nama mereka dan nasab-nasab mereka).

Apakah mereka itu dalam kisahnya termasuk sesuatu yang mengagumkan dari tanda-tanda kekuasaan Kami?

Dalam ayat ini, Rasulullah Saw. sungguh telah ditanya oleh Allah tentang kisah Ashabul Kahfi ini. Artinya fenomena Ashabul Kahfi pada yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang mengherankan dibandingkan dengan kekuasaan Allah yang lain.

Lafadz عَجَبًا menjadi khabarnya  كَانَ sedangkan lafadz sebelum  عَجَبًا merupakan Hal dari Shohibul Hal dari lafadz اًصحاب الكهف.

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 8-9

(8) Melalui ayat ini, Allah memberikan informasi atas rusak dan hancurnya bumi ini, kosong dan masa habisnya bumi serta hilang dan berantakannya bumi ini.

(9) Melalui ayat ini terdapat kisah Ashabul Kahfi dan Ar-roqiim-nya yang diceritakan secara global dan ringkas.

Dalam hal ini, Allah Ta’ala memberi tahu Nabi Muhammad Saw. bahwa peristiwa yang dialami Ashabul Kahfi dan Ar-roqiim-nya yang tetap hidup meski di dalam gua dalam rentang waktu yang sangat lama bukanlah sesuatu yang mengherankan dalam kekuasaan dan kemampuan Allah.

Dan sesunggguhnya penciptaan langit dan bumi, perpindahan siang dan malam, pergantiannya matahari dan rembulan sungguh ini merupakan kekuasaan Allah yang lebih besar dari kisah Ashabul Kahfi.

Menurut para mufassir, lafadz Ar-roqiim memiliki banyak pengertian. Menurut imam Ibnu Jured, riwayat dari sohabat Ibnu Abbas makna Ar-roqiim ini merupakan gunung yang di tempati para Ashabul Kahfi. Sedangkan para mufassir yang lain, Ar-roqiiem itu maknanya adalah anjing yang warnanya kuning kemerah-merahan. Dan menurut Imam Said bin Jabir, Ar-roqiim  itu adalah papan yang dibuat dari batu yang tertulis di atasnya penghuni gua teersebut yang kemudian diletakkan di pintu gua.

Tafsir Munir Surat Al-Kahfi Ayat 8-9

(8) Bumi yang termasuk ciptaan-ciptaan Allah ketika masanya sudah habis maka yang akan terjadi adalah bumi itu menjadi debu yang tidak menumbuhkan sama sekali.

(9) Bahwa cerita Ashabul Kahfi itu merupakan tanda kekuasaan Allah Ta’ala yang menakjubkan. Akan tetapi, ada yang lebih menakjubkan dari cerita Ashabul Kahfi ini yaitu ciptaan Allah yang berupa langit, bumi, matahari, rembulan, gunung, bintang-bintang serta lautan.

Tafsir Baidhowi Surat Al-Kahfi Ayat 8-9

(8) Semua binatang, tumbuh-tumbuhan dan segala kandungan bumi ini ketika masanya sudah habis maka akan rata dengan tanah sehingga diibaratkan seperti debu yang kering tidak menumbuhkan sama sekali.

(9) Bahwa kisah Ashabul Kahfi yang tetap hidup dalam rentang waktu yang sangat lama itu merupakan kisah yang sangat menakjubkan. Namun, masih di bawah menakjubkannya ciptaan Allah yang berupa langit dan bumi.

Menurut Imam Baidhowi, Ar-roqiim itu merupakan papan batu yang tertulis nama-nama Ashabul Kahfi. Mereka ini meninggalkan daerah asalnya dan bersembunyi di dalam gua karena menghindari masyarakat kafir yang mengancam keselamatan mereka. Di saat mereka terjepit di dalam gua, salah satu dari mereka ini ada yang mengatakan “Kita sedang terjepit di dalam gua yang tidak ada apa-apa.

Maka silahkan kalian itu mengingat amal baik apa yang pernah kalian kerjakan kemudian mintalah kepada Allah. Agar Allah memberikan kasih sayang kepada kita dengan barokah amal baik yang kita kerjakan.”

Penutup

Demikianlah kajian 4 tafsir dari Surah Al-Kahfi Ayat 8-9. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga: Tafsir Al-Kahfi Ayat 10

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *