Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 50

Tafsir Al-Kahfi Ayat 50

Assalamualaikum, kali ini kami akan melanjutkan kajian tafsir dari yang sebelumnya. Yakni Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 50. Sebelum membaca 4 tafsir mari kita baca terlebih dahulu ayat beserta terjemahannya menurut Al-Qur’an Kemenag

Q.S Al-Kahfi : 50

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

Bacaan Lainnya

Artinya :

Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat “sujudlah kamu kepada Adam!” maka merekapun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari( golongan ) jin maka dia akan mendurhakai perintah tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang dzolim.

Tafsir Jalalain Surat Al-Kahfi Ayat 50

Dan ingatlah wahai (Muhammad Saw) tentang peristiwa masa lalu, disaat Kami (Allah) telah memerintahkan kepada malaikat “Hendaklah kalian semua bersujud kepada Adam a.s yakni melakukan sujud dengan membungkukkan punggung sebagai bentuk penghormatan kepada Adam a.s bukan sujud dengan meletakkan jidat di bawah.”

Kemudian semua malaikat itu bersujud kepada Nabi Adam a.s kecuali iblis yang iblis itu sendiri bagian dari jin.

Menurut satu mufasir iblis itu adalah satu macam dari malaikat. Ada istisna/pengecualian yakni lafadz “إِلَّا” adalah istisna mutasir yaitu pengecualian yang msih mempunyai keterkaitan antara lafadz iblis dengan lafadz malaikat.

Menurut mufasir lain yaitu istisna mungqoti atau pengecualian terpisah yaitu bahwa iblis merupakan bagian yang berbeda dari malaikat.

Menutut tafsir Jalalain iblis itu adalah bapaknya jin dan iblis memiliki keturunan. Hal ini sesuai lafadz ذُرِّيَّتَهُ atau keturunan yang di sebutkan Allah bersamaan dengan lafadz iblis. Sedangkan malaikat tidak memiliki keturunan sama sekali.

Kemudian iblis itu melakukan kefasikan dengan melanggar perintah Tuhannya. Makna fasik yaitu iblis telah keluar dari jalur ketaatan kepada Allah dengan sebab tidak sujud kepada Nabi Adam.

Apakah kalian semua menjadikan iblis dan keturunannya sebagai pemimpin selain diri-Ku sehingga kalian semua taat kepada mereka. Khitob atau instruksi ini di berlakukan untuk Nabi Adam dan keturunannya.

Dhomir atau kata ganti yang berupa huruf “ha” dalam kalimat ini adalah iblis. Iblis dan keturunannya adalah musuh bagi kalian semua. Iblis juga sejelek-jeleknya pengganti bagi orang dzolim yakni manakala ketaatan kepada Allah di ganti ketaatan kepada iblis.

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 50

Melalui ayat ini Allah Swt memperingatkan kepada umat manusia atas permusuhan iblis dan keturunannya kepada Nabi Adam as beserta keturunannya. Sujud yang di maksud adalah sebuah perbuatan yang menunjukkan penghormatan terhadap ciptaan Allah Swt.

Rasulullah Saw pernah bersabda para malaikat itu di ciptakan oleh allah Swt di ciptakan dari cahaya dan iblis itu di ciptakan dari api.

Tafsir Munir Surat Al-Kahfi Ayat 50

Pembangkangan yang di lakukan oleh iblis dengan tidak mau bersujud kepada Nabi Adam a.s karena kesombongan sebab iblis merasa lebih baik dari Nabi adam dari Nabi Adam a.s dari segi asal muasalnya.

Makna auliya adalah teman. Menurut Imam Mujahid iblis ada beberapa macam yaitu:

  1. Iblis yang menggoda orang saat terkena musibah
  2. Golongan Iblis yang menggoda orang untuk berbuat zina
  3. Iblis yang menggoda manusia untuk bercerai berai
  4. Iblis yang menggoda untuk menyampaikan berita yang tidak sesuai
  5. Golongan yang menggoda manusia agar tidak mau berdzikir kepada Allah

Tafsir Baidhowi Surat Al-Kahfi Ayat 50

Pengulangan cerita tentang iblis yang membangkang sujud kepada Nabi Adam mempunyai maksud untuk terus mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh dunia, tidak mengikuti syahwat.

Karena dua hal inilah yang menyebabkan manusia tergelincir.

Rasulullah Saw pernah bersabda “Yang kutakutkan di hari akhir dari umatku bukanlah syirik kepada Allah melainkan 2 hal yaitu hubbu dunia (cinta dunia) dan menuruti hawa nafsu.

Penutup

Demikianlah kajian 4 tafsir dari Surah Al-Kahfi Ayat 50. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga : Tafsir Surah Al-Kahfi Ayat 51

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *